mungkin pilihan itu karena keinginan bukan kebutuhan?
mungkin pilihan itu hanya kesukaan sesaat
atau kah mungkin pilihan itu hanya Fatamorgana saja?
tidak ada kata menyesal yang harus di ucapkan
tidak perlu memuluk-muluk waktu untuk di lupakan
tidak juga menangis ria untuk terpuruk
jadikan semuanya sebagai pelajaran
jadikan semuanya sebagai pendewasaan
jadikan semuanya sebagai ujian semata
dan jadikan semuanya sebagai pengalaman
kita punya TUHAN yang selalu ada untuk kita
jangan merasa sendiri, dan menyesal atas semua yang sudah kita putuskan
semuanya, pelajaran di Masa yang akan datang. untuk tidak memutuskan pilihan yang salah
masih banyak rintangan yang akan di lalui pada hari di mana kita mencapai apa yang kita butuhkan dan mimpikan.
Semangat !!
Teruslah memberikan coretan
BalasHapus