Jumat, 22 April 2016

pilihan yang salah

mungkin pilihan itu karena ego semata
mungkin pilihan itu karena keinginan bukan kebutuhan?
mungkin pilihan itu hanya kesukaan sesaat
atau kah mungkin pilihan itu hanya Fatamorgana saja?

tidak ada kata menyesal yang harus di ucapkan
tidak perlu memuluk-muluk waktu untuk di lupakan
tidak juga menangis ria untuk terpuruk

jadikan semuanya sebagai pelajaran 
jadikan semuanya sebagai pendewasaan
jadikan semuanya sebagai ujian semata
dan jadikan semuanya sebagai pengalaman 

kita punya TUHAN yang selalu ada untuk kita
jangan merasa sendiri, dan menyesal atas semua yang sudah kita putuskan 
semuanya, pelajaran di Masa yang akan datang. untuk tidak memutuskan pilihan yang salah 
masih banyak rintangan yang akan di lalui pada hari di mana kita mencapai apa yang kita butuhkan dan mimpikan. 

Semangat !!

Jumat, 08 April 2016

Kisah singkat yang mengharukan

seorang wanita menaiki angkot saat pulang sekolah sekitar jam setengah empat .
sesampainya di daerah jamblang, pada saat itu hujan deras sekali.
seorang wanita itu melihat dari kaca depan supir, melihat sosok bapa separuh baya membonceng anak nya menaiki sepeda dan anak itu memakai baju seragam putih merah (sd)

beberapa waktu setelah itu tiba2 bapa separuh baya itu memberhentikan angkot yang ditumpangi wanita tersebut. Dan anak itu pun menaiki angkot tersebut seraya mengatakan "bapa mengapa tidak ikut dengan ku?" sambil menggigil bapa separuh baya itu berkata "sudah nak, bapa ndak apa2 naik sepeda otel saja, dan nanti siapa yang bawa sepeda otel itu kalo bukan bapa. uang nya sudah bapa bagi untuk makan dan uang jajan sekolah mu, yang penting kamu sehat dan bisa sekolah. bapa senang nak" berbicara sambil menahan kedinginan nya dan tersenyum mengelus rambut anak cowonya.

dan wanita yang mendengar itu tiba2 seketika air mata nya mengalir atas rasa syukur yang telah Allah SAW berikan kepada nya dan tersentuh atas kejadian yang berada langsung di depan matanya tersebut.

Kita harus bersyukur apa yag telah Allah berikan Kepada kita, Terharu dengan apa yang terjadi.
Mengetukan hati para pembaca.


Kamis, 07 April 2016

Izinkan Aku Mencintai Mu

izinkan aku Mencintai Mu ...
Aku ingin slalu di dekat Mu ...
bersama Mu ...
 
maaf jika hamba mu ini lebay atau sebagainya ...
Karena hanya Engkaulah Sandaran Hati ku ...
disaat aku bahagia, lelah, susah, gembira, dan apapun itu ..

Terima Kasih Engkau tlah mengizinkan ku untuk Mencintai Mu
walaupun aku tidak tau Engkau Benar2 mencintai Ku atau tidak
akan tetapi Aku berharap pada Mu
Izinkan Aku mnencintai Mu ...

jika kalau aku mencintai seseorang
aku tidak ingin mencintai nya melebihi 
Cintaku pada Mu 

#Sbl :v #terima kasih mba udah nyumbang dikit2 :v



Kisah Nabi Muhammad SAW Menjelang Ajal :'(

Kisah Nabi Muhammad SAW Menjelang Ajal 



Betapa mulia dan indahnya akhlak baginda Ya Rasulullah SAW Mengingatkan kita sewaktu sakratul maut.
'Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah,
"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku".

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,

"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?".

"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. " Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. 
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. 
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.


"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya.
"Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."


Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. 

"Ummatii, ummatii, ummatiii!" -
"Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? 
Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa'alaihi wasahbihi wasallim.

Kisah Inspiratif

Suatu hari, seorang gadis kecil baru saja pulang sekolah. Sesampainya di rumah, sang ibu melihat wajah ananknya murung, lalu sang ibu segera menanyakan apa yang membuat anaknya sedih. Lalu gadis kecil itu menjawab, “Wahai ibunda, ibu guru telah mengancam akan mengusirku dari sekolah, karena pakaian panjang yang aku kenakan ini.”
Sang ibu menjawab dengan penuh kasih sayang,
 “Wahai putriku,  bukankah pakaian yang kau kenakan ini yang dikehendaki Allah, wahai putriku?”
Sang gadis menjawab, “Benar ibunda, tetapi mengapa ibu guru tidak menghendakinya?”
Ibunya berkata lagi, “Baiklah anakku, ibu guru tidak menghendakinya, tetapi Allah menginginkannya. Lantas, siapa yang kamu taati? Apakah kamu menaati Allah yang menciptakanmu, mecantikkan wajahmu, dan telah memberi nikmat kepadamu? Ataukah, kamu menaati makhluk yang tidak memiliki sesuatu manfaat ataupun bahaya untuk dirinya sendiri?”
“Tentu aku akan menaati Allah SWT,” gadis kecil itu menjawab dengan keluguannya.
Kemudian sang ibu menjawab sambil memujinya, “Bagus, dan benarlah kamu, wahai putriku.”
Esoknya sang gadis kembali ke sekolah dengan tetap mengenakan baju panjang (jilbab). Ketika ibu gurunya melihat sang gadis, ia mencaci maki gadis itu dengan kasar. Sang gadispun tidak berdaya menghadapi caci maki itu yang juga diiringi oleh pandangan teman-temannya, maka tak ada yang ia lakukan selain menangis.

Kemudian gadis itu mengucapkan kalimat yang singkat tetapi memiliki makna yang agung,  “Demi Allah, saya tidak mengetahu siapa yang lebih aku taati, ibu atau Dia?”
Sang ibupun bertanya keheranan, “Siapakah Dia yang kamu maksud?”
“Dia adalah Allah. Apakah aku akan menaati ibu dengan berpakaian seperti yang ibu kehendaki, senhingga aku mendurhakai-Nya? Ataukah, aku menaati-Nya dan durhaka kepada ibu? Aku akan menaati-Nya SWT, dan biarlah apapun yang terjadi,” jelas murid itu.
 Betapa indah dan menyentuhnya kata-kata yang diucapkan seorang gadis cadel, yang menunnjukkan ketaatannya perintah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
Tapi, sang ibu guru tidak diam saja, ia lantas memanggil sang ibu gadis itu lalu berkata,
“Sungguh, putrimu telah memberikan nasihat kepadaku dengan nasihat terbesar yang pernah kudengar seumur hidupku.”
Benar sekali sobat, ibu guru itu menerima nasihat yang diberikan oleh  muridnya yang masih kecil. Padahal tentu saja sang ibu guru telah banyak mengenyam banyak pendidikan. Tapi ternyata, seorang wanita yang ilmunya lebih tinggi, tidak mengalanginya untuk menerima nasihat yang diberikan oleh muridnya. Juga kita ucapakan selamat pada sang gadis kecil dan ibu guru yang telah mendapatkan tarbiyah islamiyah dan berpegang teguh dengan itu. Tak lupa, selamat untuk sang ibu gadis kecil yang telah berhasil menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dalam diri anak gadisnya.

#MaryamIshamatullah 

Selasa, 05 April 2016

Said Nursi



iya untuk membaca sejarah tentang beliau aja, ane harus rebutan buku dulu sama temen ane :v #pas itu..
Oke langsung ke inti, Said Nursi adalah tokoh Ulama terbesar di kota Nurs. Beliau diberikan  oleh Allah SWT dengan ingatan yang sangat kuat, buktinya apa? ya buktinya beliau mampu mengafal Al-Qur'an dalam waktu 2 hari dan mampu menghafal 80 kitab dalam usia menginjak 15 tahun. dan beliau diberi julukan oleh gurunya, #entahlah ane lupa namanya.. dengan julukan Badiuzzaman (keajaiban zaman).

Beliau sering berpindah-pindah dalam mencari ilmu ke kota yang satu dengan kota yang lainnya. Beliau juga mampu mengalahkan Ulama2 terbesar dalam usia yang masih muda tersebut. Banyak ulama yang cemburu akan ilmunya yang ia kuasai, subhanallah itu adalah termasuk kebesaran Allah. Akan teapi, kehebatan nya itu membuat beliau terancam. Banyak orang yang mengaguminya dan ada pula orang ang ingin menyingkirkan beliau karena merasa terancam oleh kecerdasan, kejeniusan, dan kepintaran beliau.

Dan entah dimana akal orang2 itu, Pemerintah pada zaman itu pun diam2 menjatuhkan Said Nursi dengan cara apapun. menyingkirkan nya dari kota asal nya dan pada akhirnya beliau dipenjara tanpa sebab ta jelas.
selama 25 tahun berada di penjara, Said Nursi bukannya bersedih melainkan ia malah banga. karena disitulah, ia menemukan cahaya abadi ilahi. Ia menemukan Api Tauhid, dan melalui pengajian-pengajian yang diajarkan nya baik dimasjid maupun di penjara, murid-muridnya slalu menyebarluaskan nya kepada masyarakat. Baik dengan cara menulis ulang pesan-pesan beliau, maupun memperbanyak risalah dakwahnya. jadi murid2 nya berhasil merangkum apa yang di kirim kan risalah atau surat scara sembunyi2 menjadi pesan dakwah Said Nursi dengan judul Risalah Nur. murid-muridnya tidak ingin Api Tauhid yang di kobarkan Said Nursi berakhir.

halahhh ane lupa terus habis ini apa lagi ... kalo ingin lebih tau lagi atau jelas lagi Baca aja Buku Api Tauhid Insya Allah banyak ilmu yang disampaikan disana dan sejarah2 tentang beliau perjuangan beliau menegakan Api Tauhid Islam
Damai di dalam negeri ...
kata siapa islam ta mengajari ?
Menghormati ibu pertiwi
kata siapa Islam ta mengajari ?
Bukan kah islam menganjurkan persatuan?
Bukankah islam adalah rahmat bagi seluruh Alam?
Lantas, mengapa kau ta rendah hati dan berbudi ?
Jadilah muslim sejati ..
Yang hadirnya menyejukan hati 
#Api Tauhid
#KaryaHambaAllah( ga tau siapa :) )

@ Maaf jika ada salah kata atau kesalahan dalam cerita singkat ini. 
hanya menuangkan apa yang ane fikirkan ,, terima kasih :)


Coretan 1

Assalamualaikum .. bukan unek2 atau apaan hanya apa yang ane fikirkan dari otak melalui tangan refleks trus ngetak ngetik ini jari di dalam Blogger ane :v yawis langsung bae ...
entahlah mereka yang beranggapan jurusan IPA itu muka serius saking serius ampe masa bodo sama sosialisasi atau lingkungan sekitar. waduhh.. ada-ada aja bahasanya.ga semua anak ipa kaya gitu keleus, ane termasuk anak ipa ga kaya gitu,, perasaan mah. Biasa aja ga pinter2 amat ga Bodo2 amat jadi dibilang standar lah kalo dikelas :v..

Tenang koq guru di jurusan IPA juga ga killer2 amat.. ya kaya guru biasanya aja,,
kalo boleh kasih bocoran nih (kaya lagi ujian aja) .. jujur menurut ane, guru dikelas asik2 apalagi pelajaran biologi
beuhhh hualahh asiknya minta ampun, sampe2 bisa aja abis pelajaran guru biologi perut langsung sakit dahh
ketawa ga ada berhentinya :v ya intinya guru itu kalo lagi serius ya serius kalo lagi bercanda ya canda gurau ..
soal nilai jangan ditanya guru biologi paaaaling ahlinya masalah pengoreksian (y) ..Telitiiiiii ...

jangan beranggapan fisika itu ilmu yang ga ada gunanya bagi kehidupan.. wahhh itu salah kawan :)
ilmu fisika adalah ilmu alam, jadi di Al-Qur'an sudah jelas terdapat ilmu tersebut (kata guru fisika) jadi jangan sangka orang2 islam terdahulu mampu menguasai ilmu fisika ..
So jujur aja nih, guru yang paling sabar itu adalah guru fisika #kalo di kelas tapi ndak tau kalo dikalian
memang semua guru itu sabar, cuman ini lagi mengkhususkan untuk guru fisika aje :v :D
Ilmu fisika berguna sekali bagi kehidupan kita,,,, ya walaupun ada orang beranggapan termasuk ane sendiri
"ngapain coba kita menghitung debit air?" ngapain juga kita menghitung jarak dari rumah kesekolah berapa? butuh waktu berapa? dan berapa tekanan saat kita duduk? dll sebagai nya..
ya menurut ane pribadi untuk pengetahuan kita aja lah supaya pengetahuan kita bertambah dan pastinya semua ilmu itu ada Manfaatnya bagi kehidupan .. :)
Lanjutt..untuk masalah rumus itu yang paling.. beuhhh ga tau da mau ngetik apaan ... apalagi soal nya ,make rumus apaan?? mau diapain ini soal? #itu yang ane rasain ..
tapi jangan sungkan untuk bertanya kepada guru fisika,, insya allah dibantu... :) (y) #itu yang ane pernah ngalamin.. Guru Fisika Keren dah pokonya (y) Semangat untuk guru fisika

Ada sedikit cerita nih dari guru, ada ilmuan islam tapi sorry nih lupa namanya :D pokonya ada Abbas2 nya gtu. Beliau seorang ilmuan islam terdahulu. Beliau sempat di bilang dukun karena dirumah nya setiap harinya mengeluarkan Asap di atap atas rumahnya . jadi beliau di bilang oleh penduduk seperti dukun. Padahal sih sebenarnya beliau ahli sekali dalam bidang meracik-racik ramuan, zat2 kimia untuk menghasilkan yang namanya obat. tapi bukan obat saja yang beliau buat. ya setiap hari beliau meracik-racik ramuan dan sangat lincah tangan beliau dalam hal itu. kalau untuk zaman sekarang sih ada dalam pelajaran Kimia. kalo ngomong2 pelajaan kimia, beuhh ...... enakan pokonya.
Ya Alhamdulillah pelajaran kimia itu di atas standar bagi ane ... soalnya lumayan aja sama itu pelajaran
coz banyak temen2 ane yang bisa sama itu pelajaran, jadi gampang nanya kemana aja :v, Naah ane baru inget .. itu juga sempet nanya dulu sama temen Ilmuan itu namanya Abbas Qosim Ibnu Firmas .

oh iya ga ketinggalan, guru kimia juga ga kalah sabar nya kawan, pasti kalo di kelas lagi pada nulis di papan tulis yang udah bapa nulis sambil terangin dan guru kimia bilang"sudah belum nulisnya?" dan kita semua bilang "belum pa bentar lagi" dan guru kimia berkata .
beuuuh sosweet nya "bapa selalu sabar menanti" sambil senyum2 :D hihi bapa2 jadinya terharu :') :D

Nah jadi, semua jurusan itu menurut ane .. sama aja cuman yang bedain pelajaran, orang, gurunya aja,,
ya lingkungan mah gitu2 aja semuanya juga tergantung individual masing2 aja :).
Udah deh cukup sekian dan terima kasih ... maaf itu sekedar pengalaman yang ane ngalamin
ambil yang baik buang yang ga baiik ya kawan. Wassalamualaikum

#Kisah nyata tanpa Ngarang bebas pemirsah :)